Ibu Yulianti Founder Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah Didik Anak Berkebutuhan Khusus

Rumah Belajar Cahaya Generasi
Salah satu Relawan di Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah mengajar´┐Ż Anak Berkebutuhan Khusus. Foto :hat.

Terkini.id, Tangerang Selatan -Masih pagi, Rumah sederhana yang terletak di pinggir Jalan Haji Rean RT 002/001 Desa Benda Baru Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan, sudah ramai oleh suara anak-anak yang sedang bermain. Sesekali muncul suara teriakan dari dalam rumah.  

Di dalam rumah itu, Abdi (13) tahun tengah asik belajar bersama salah seorang guru wanita. Ia duduk bersilah menghadap sebuah meja belajar berukuran 60 x 60 cm. 

Di atas meja, ada sebuah papan yang berisi angka warna-warni dengan berbagai bentuk. Rupanya Abdi tengah mendapatkan bimbingan khusus belajar mengenal angka dan berhitung dari sorang guru relawan. 

Ia tampak sesekali mengetukan tangannya ke atas meja seperti sedang berusaha mengingat-ingat sesuatu di kepalanya.  Sekilas ia tampak seperti anak-anak normal lainnya. 

Abdi adalah salah satu dari puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tengah mengikuti terapi pembelajaran di Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah. 

Salah satu Relawan di Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah mengajar  Anak Berkebutuhan Khusus. Foto :hat.

Abdi mengidap sindrom Asperger, sebuah gangguan neurologis atau saraf yang termasuk ke dalam gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder) atau yang lebih dikenal dengan penyakit autisme. Anak yang mengidap Sindrom Asperger biasanya mengalami gangguan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. 

Sebelum mendapatkan terapi, Abdi memiliki kebiasaan tantrum, Tantrum adalah ledakan emosi, keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, pembangkangan, mengomel marah. Tapi itu dulu, Ia kini sudah bisa berkonsentrasi, dan berinteraksi serta belajar seperti anak-anak normal lainnya. 

Bahkan, ia memiliki kemampuan menyebut angka dalam bahasa Spanyol dan Inggris, ini sebuah perkembangan berarti bagi Abdi dan anak-anak lainnya di Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah milik Ibu Yulianti. 

Selain terapi urut, Abdi juga mendapat pembelajaran kemampuan dasar seperti berhitung dan membaca serta bergaul dengan orang lain. 

“Autisme bukan penyakit. Jadi diterapi saja dia akan lebih baik bahkan otaknya tidak kenapa-kenapa dan bisa lebih cerdas dibanding anak lainnya,” tutur Founder Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah, Ibu Yulianti, pada Kamis 11 Februari 2021 saat ditemui di Rumah Belajar miliknya. 

Terapi khusus yang diberikan kepada Abdi dengan cara urut di bagian tangan dan kaki dengan menggunakan minyak zaitun tujuannya untuk membuka pori-pori.

Cara tersebut diyakini Ibu Yulianti bisa membuka atau mengeluarkan motorik halus sang anak. Selain itu, terapi bicara dan melatih konsentrasi juga dilakukan di sini.

“Alhamdulillah dari yang tidak bisa akhirnya bisa bicara dan sekarang sudah sekolah umum ada beberapa anak,” Tambahnya.

Apa yang dilakukan Yulianti bersama guru-guru pembimbing lainnya terdorong oleh rasa empati dan kepedulian pada anak-anak berkebutuhan khusus (atutisme) di lingkungannya. 

“Suami bilang kenapa tidak kita buka (Rumah Belajar). Kita punya ilmu sedikit kenapa tidak kita manfaatkan buat mereka akhirnya kita nekat buka di teras rumah dari dua murid  ternyata dari mulut ke mulut akhirnya pada datang.” tuturnya.

Founder Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah, Ibu Yulianti. Foto :hat.

Tidak hanya di Pamulang Selatan, Ibu Yulianti juga sering mengunjungi daerah-daerah untuk menemui anak-anak berkebutuhan khusus di sana untuk memberikan bantuan dan terapi salah satunya di Cianjur. Dibantu 13 guru relawan, Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah mampu memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar khususnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus. 

Perempuan yang berprofesi sebagai wirausaha ini mengaku dalam perjalanannya membangun Rumah belajarnya hampir ditutup karena kendala biaya, namun dengan tekad dan keyakinannya bahwa Allah SWT akan memberikan rezekinya, Rumah Belajar yang dirintisnya bisa eksis sampai sekarang semenjak didirikan pada 2016 lalu bahkan kini Yulianti tengah mempersiapkan sebuah lahan untuk membangun Rumah Autisme. 
“Kami sedang membangun gedungnya tapi sekarang istirahat dulu karena pembiayaanya,”imbuhnya.

Ia bercita-cita ingin mendirikan rumah belajar untuk anak berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia tanpa dipungut biaya sehingga mereka bisa mendapatkan pendidikan yang laik sebagaimana anak-anak normal lainnya. Karenanya, Ia berharap masyarakat yang memiliki kemampuan lebih bisa ikut membantu mewujudkannya.

“Harapan saya buat bapak dan ibu di luar sana untuk lebih peduli lebih care kepada mereka (anak-anak)bahwa mereka juga layak mendapatkan pendidikan kami berharap sekali ada bantuan untuk mewujudkan gedung pembelajaran ini,” tutupnya. (hat)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Yayasan Mutiara Harapan Sejahtera Luncurkan Program Pemberdayaan Yatim dan Dhuafa

BEM Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Gelar Psikologi Mengajar di Yayasan Alpha Indonesia

Ibu-ibu Penggerak Ketahanan Pangan Keluarga RW 026 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota

Sehat dan Produktif di Masa pandemi, Warga RW 26 Kelurahan Pejuang Bekasi Layak Dicontoh

Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi, Rindang Indonesia Bentuk P3MI

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar