Sehat dan Produktif di Masa pandemi, Warga RW 26 Kelurahan Pejuang Bekasi Layak Dicontoh

Tim penilai dari 3 Pilar Pemkot Bekasi mengunjungi RW 26. Foto :Hat.
Tim penilai dari 3 Pilar Pemkot Bekasi mengunjungi RW 26. Foto :Hat.

Terkini.id, Bekasi – Pandemi belum berakhir. Semenjak kemunculannya pertama kali pada awal tahun 2020 lalu,  virus ini telah menyebabkan wabah mendunia (pandemi) dan masih terus eksis hingga saat ini. Hal itu terlihat dari jumlah orang yang positif dan meninggal akibat terpapar virus ini masih cukup tinggi.

Padahal pelbagai strategi dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah mulai dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lalu kini berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Semuanya belum efektif menekan laju penyebaran COVID-19 bahkan semakin mengganas. 

Rendahnya tingkat kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan disinyalir menjadi faktor penghambat efektifnya program atau kebijakan pemerintah.

Sementara dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini sangat banyak di antaranya ekonomi, sosial, pendidikan, bahkan pertahanan dan keamanan negara ikut terancam.

Di sektor ekonomi, berapa pekerja yang terkena PHK, berapa banyak perusahaan dan industri yang gulung tikar, dan banyak lagi dampak lainnya. Secara langsung atau tidak langsung meningkatkan jumlah kriminalitas karena dampak ekonomi tersebut.

Karena itu dibutuhkan aksi nyata bersama antara pemerintah dan seluruh masyarakat dari tingkat atas sampai di skup terkecil yakni RW dan RT sehingga diharapkan bisa menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari adanya pandemi ini.

Salah satu aksi yang patut menjadi contoh yang dinilai bisa menekan laju penyebaran COVID-19 dan dampak yang ditimbulkannnya adalah dengan pembentukan Kampung Siaga di Kota-kota di Indonesia seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi dengan mengadakan lomba Kampung Siaga tingkat Kotamadya yang bertujuan untuk menggerakkan kesadaran warga untuk bersama-sama terlibat dalam upaya menekan laju penyebaran virus COVID-19 di Kota Bekasi.

Dengan program Kampung Siaga ini, maka warga bersama aparat pemerintah mulai dari tingkat RT, RW, Lurah sampai Wali Kota dengan melibatkan aparat TNI/Polri bisa bahu membahu menekan penyebaran virus dengan cara disiplin dalam melakukan protokol kesehatan di masyarakat .

Seperti yang dilakukan RW 26 Perumahan Taman Harapan Baru Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi yang menjadi salah satu RW yang terpilih mewakili Kecamatan Medan Satria dalam lomba Kampung Siaga.

Keikutsertaan RW 26 ditandai dengan hadirnya Tim penilai ke wilayah RW 26 pada Selasa 9 Februari 2021 untuk melakukan survey dan penilaian langsung kesiapan RW 26 menjadi Kampung Siaga.

Tim berasal dari unsur 3 Pilar di antaranya perwakilan Pemerintah Kota Bekasi, Kodim Kota Bekasi, dan tim dari Polres Metro Bekasi Kota. Hadir pula Camat Medan Satria Lia Erliani bersama Lurah Perjuangan dan elemen masyarakat lainnya.

Sementara dari pihak RW 26 hadir di antaranya Ketua RW 26 Edy Mulyawan, Sekretaris RW 26 Mulyo, Bendahara RW 26 Ahmad Kusnandar, pengurus RT dan ibu-ibu PKK.

“Terkait lomba ini sebenarnya di lingkungan kami bukan hal yang baru karena sebelumnya kami pun sudah punya tanggap bencana ketika Januari tahun lalu banjir cukup merata di lingkungan kami banyak warga yang rumahnya kemasukan air,” tutur Ketua RW 26 Edy Mulyawan kepada awak media.

Edy menyadari terbentuknya RW Siaga di wilayahnya adalah partisipasi dari warganya yang merasa memiliki, ingin merawat dan ikut menjadi subyek dari kegiatan-kegiatan di lingkungan RW 26. “Mari bersama-sama bergotong royong kita tangani terkait pencegahan,penanganan dan pengedalian,” imbuhnya.

Dalam menata lingkungannya Edy memperkenakan mereka motto RW nya yaitu rindu senyum yang merupakan singkatan dari Rukun, Indah, Nyaman, Damai dan Unggul.

Ketua RW 26 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota Bekasi Edy Mulyawan berfoto bersama Sekretaris RW Mulyo (kanan) dan Bendahara RW A Kusnandar usai pelaksanaan penilaian RW Siaga di Balai RW 26, Selasa, 9 februari 2021. Foto : Hatta.

Ada tiga kategori penilaian RW siaga yang dilakukan oleh tim meliputi Zero Kasus kriminalitas (Zero Crime), Zero Kasus COVID-19 (Zero COVID)  dan ketahanan pangan / ekonomi kerakyatan. Penilaian RW Siaga di Kota Bekasi sudah dimulai sejak 1 September 2020 hingga 28 februari 2021.

Ketua Bidang Komunikasi dan Publikasi RW 26 Sentot dalam pemaparannya di hadapan tim penilai mengurai sejumlah upaya yang telah dilakukan di RW 26 dalam menciptakan Zero Kasus Kriminalitas, Zero Kasus COVID-19 dan peningkatkan ketahanan pangan warga.

Untuk menciptakan zero kasus kriminalitas, Sentor mengurai beberapa langkah antara lain dengan membentuk Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) yang terlatih dan bersertifikasi, melibatkan anak-anak muda dalam swadaya keamanan, pemasangan CCTV, Barrier Gate dan yang menarik dengan program ‘Pagar Mangkok bukan Pagar Tembok’ artinya banyak membantu orang lain di sekitar lingkungan maka mereka pun akan segan sehingga tidak memerlukan pagar tembok.

Ketua RW 26 Edy Mulyawan saat memaparkan Program Kampung Siaga di hadapan tim penilai bertempat di sampai Balai RW 26. Foto :hat.

Sementara itu untuk menciptakan zero Kasus Covid dengan cara pengecekan suhu tubuh bagi warga dan tamu yang akan memasuki kompleks perumahan, penyediaan wastafel cuci tangan di beberapa titik, penyemprotan disinfektan secara rutin, rapid tes secara berkala dan penegakan disiplin pemakaian masker.

Di RW 26 secara keseluruhan jumlah orang suspect Covid-19 1 Org, Positip Aktip 6 Org (terdiri dari 2 KK), Sembuh : 63 Oang dan Meninggal 2 Org

Terakhir, untuk menangani masalah ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan, sejumlah kegiatan produktif dan ekonomi kreatif dilakukan oleh warga RW 26 bersama pengurus RW di antaranya budidaya ikan lele, hidroponik, budidaya tanaman hias, produk minuman kesehatan dan kerajinan kreatif lainnya yang sebagian besar diperuntukan bagi konsumsi warga warga RW 26 itu sendiri.

Ibu Rudini (kiri) salah satu wanita penggerak ekonomi kreatif di RW 26 Kelurahan Pejuang  Kota Bekasi, Selasa (9 Februari 2021). Foto : Hatta.

Seperti yang dilakuan oleh Ibu Rudini warga yang tinggal di Jalan Casandra RT 02 yang berhasil menggerakkan ibu-ibu kompleks untuk kegiatan budidaya ikan nila, hidroponik dengan berbagai jenis tanaman dan sayuran seperti padi gogo, bayam, pocoi, kunyit dan jenis minuman kesehatan yang diproduksi sendiri.

Ketua Kelompok Tani (KWT) ini bersama ibu-ibu lainnya menjadi contoh bahwa kegiatan produktif pun bisa dilakukan di masa pandemi ini. Yang menarik, semua teknik budidaya baik ikan dan tanaman dilakukan dengan belajar bersama ibu-ibu lainnya secara otodidak di internet. Selain itu, hasil dari tanaman seperti daun telang dibuat menjadi minuman segar teh telang, daun sukun diubah menjadi teh sukun, dan berbagai jenis minuman lainnya.

“Saya senang dengan sesuatu yang positif kemudian bersambut dengan ibu-ibu yang mau belajar,” ucap Ibu Rudini.

Di lokasi lain masih di RW 26 seperti di RT 1,3 dan 4 juga terdapat kegiatan ekonomi kreatif yang dilakukan warga seperti budidaya bongsai, produk lukisan, minuman jamu, dan produk lainnya. (hat) 

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Yayasan Mutiara Harapan Sejahtera Luncurkan Program Pemberdayaan Yatim dan Dhuafa

BEM Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma Gelar Psikologi Mengajar di Yayasan Alpha Indonesia

Ibu-ibu Penggerak Ketahanan Pangan Keluarga RW 026 Kelurahan Pejuang Kecamatan Medan Satria Kota

Ibu Yulianti Founder Rumah Belajar Cahaya Generasi Amanah Didik Anak Berkebutuhan Khusus

Pemberdayaan Masyarakat di Masa Pandemi, Rindang Indonesia Bentuk P3MI

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar