PHK Sepihak dan Intimidasi, Eks Karyawan Tuntut PT Keppel Puninar Logistics

Okky James
Pengacara Tiara Handayani, Okky James saat ditemui awak media di kantornya di Jalan Pulo Sirih Barat IX Blok FE/471, Grand Galaxy Bekasi, Rabu, 20 Januari 2021. Foto : Hatta. Bekasi,

Terkini.id, Bekasi –  PT Keppel Puninar Logistics telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tanpa pesangon yang layak dan dituduh melakukan intimidasi dan dan diskriminasi terhadap karyawannya yang bernama Tiara Handayani. 

Tiara melalui kuasa hukumnya, Okky James D Tonny akan membawa kasus tersebut ke pengadilan dan menuntut PT Keppel membayar pesangon dan ganti rugi lainnya. PT Keppel dinilai telah melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003. 

“Adanya niat dari perusahaan untuk menggeser klien kami. Awalnya seperti apa kami nggak tau namun secara ril dan jelas klien kami mendapatkan perlakuan – perlakuan tidak enak seperti intimidasi dan diskriminasi,” papar Okyy James saat ditemui di ruang kerjanya yang terletak di Jalan Pulo Sirih Barat IX Blok FE/471, Grand Galaxy Bekasi, Rabu, 20 Januari 2021. 

Perbuatan ini, lanjut James jelas telah melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 yang di dalamnya berisi payung hukum terhadap karyawan dan menjaga hak-hak karyawan dari intimidasi dan diskriminasi oleh perusahaan. 

Bentuk intimidasi yang dilakukan perusahaan terhadap kliennya, Tiara lanjut Okky sangat masif dan sistematis dalam bentuk penawaran satu kali gaji kepada Tiara untuk mengundurkan diri kalau tidak dilakukan, diancam akan dimutasi. 

Karena tidak menerima penawaran tersebut, akhirnya Tiara pun dimutasi pertama ke lokasi baru yang jobdesknya yang tidak jelas. Lalu, mutasi kedua diberikan ke Tiara di Pergudangan Semper sebagai Kuli padahal kliennya tengah hamil. 

“Ini jelas bentuk intimidasi dan ini kita bisa buktikan di pengadilan. Ini hal-hal yang memang membuktikan kalau perusahaan itu secara ada unsur ingin menyingkirkan,” lanjutnya. 

Praktik-praktik seperti ini, Okky James menduga banyak terjadi di mana-mana. 

Selanjutnya, kata Okky upaya mediasi telah dilakukan antara pihak perusahaan dan kliennya dan Disnaker (Tripartit) namun   sangat disayangkan tidak membuahkan hasil dan tidak mendapat respon yang baik dari pihak PT Keppel. 

“Saya telah mencoba melakukan dua kali somasi. Somasi pertama telah saya jelaskan semuanya apa yang menjadi dasar kami (tuntutan) namun tidak dibahas dan tidak digubris secara poin per poin oleh perusahaan namun mereka hanya membalas dengan kami telah mengikuti dan membenarkan tetapi secara keseluruhan tidak digubris,” jelas Okky James. 

Tidak puas sampai di situ, Okky James melakukan somasi kedua namun lagi-lagi tidak digubris oleh PT Keppel. 

Dengan demikian, Okky James akan mendaftarkan kasus ini ke pengadilan, apabila Pihak PT Keppel tidak mengganti Pesangon dan kerugian yang dialami kliennya selama bekerja di perusahaan tersebut. 

Sementara itu, awak media yang berusaha mengonfirmasi kepada pihak PT Keppel untuk penyeimbang pemberitaan dengan mendatangi langsung kantornya di Jakarta Garden City Cakung hanya menemukan satu penjaga kantor. Sementara direksi dan karyawan lainnya tengah bekerja dari rumah. 

Awak media juga mencoba menghubungi salah satu pihak HRD PT Keppel melalui pesan whatsapp namun tidak merespon pesan tersebut.  

Diketahui, Tiara telah bekerja di PT Keppel yang merupakan anak perusahaan dari Puninar Logistics sejak 2015 dan menjadi karyawan tetap sejak 2016 sampai 2020. 
Bekasi –  PT Keppel Puninar Logistics telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak tanpa pesangon yang layak dan dituduh melakukan intimidasi dan dan diskriminasi terhadap karyawannya yang bernama Tiara Handayani. 

Tiara melalui kuasa hukumnya, Okky James D Tonny akan membawa kasus tersebut ke pengadilan dan menuntut PT Keppel membayar pesangon dan ganti rugi lainnya. PT Keppel dinilai telah melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2003. 

“Adanya niat dari perusahaan untuk menggeser klien kami. Awalnya seperti apa kami nggak tau namun secara ril dan jelas klien kami mendapatkan perlakuan – perlakuan tidak enak seperti intimidasi dan diskriminasi,” papar Okyy James saat ditemui di ruang kerjanya yang terletak di Jalan Pulo Sirih Barat IX Blok FE/471, Grand Galaxy Bekasi, Rabu, 20 Januari 2021. 

Perbuatan ini, lanjut James jelas telah melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 yang di dalamnya berisi payung hukum terhadap karyawan dan menjaga hak-hak karyawan dari intimidasi dan diskriminasi oleh perusahaan. 

Bentuk intimidasi yang dilakukan perusahaan terhadap kliennya, Tiara lanjut Okky sangat masif dan sistematis dalam bentuk penawaran satu kali gaji kepada Tiara untuk mengundurkan diri kalau tidak dilakukan, diancam akan dimutasi. 

Karena tidak menerima penawaran tersebut, akhirnya Tiara pun dimutasi pertama ke lokasi baru yang jobdesknya yang tidak jelas. Lalu, mutasi kedua diberikan ke Tiara di Pergudangan Semper sebagai Kuli padahal kliennya tengah hamil. 

“Ini jelas bentuk intimidasi dan ini kita bisa buktikan di pengadilan. Ini hal-hal yang memang membuktikan kalau perusahaan itu secara ada unsur ingin menyingkirkan,” lanjutnya. 

Praktik-praktik seperti ini, Okky James menduga banyak terjadi di mana-mana. 

Selanjutnya, kata Okky upaya mediasi telah dilakukan antara pihak perusahaan dan kliennya dan Disnaker (Tripartit) namun   sangat disayangkan tidak membuahkan hasil dan tidak mendapat respon yang baik dari pihak PT Keppel. 

“Saya telah mencoba melakukan dua kali somasi. Somasi pertama telah saya jelaskan semuanya apa yang menjadi dasar kami (tuntutan) namun tidak dibahas dan tidak digubris secara poin per poin oleh perusahaan namun mereka hanya membalas dengan kami telah mengikuti dan membenarkan tetapi secara keseluruhan tidak digubris,” jelas Okky James. 

Tidak puas sampai di situ, Okky James melakukan somasi kedua namun lagi-lagi tidak digubris oleh PT Keppel. 

Dengan demikian, Okky James akan mendaftarkan kasus ini ke pengadilan, apabila Pihak PT Keppel tidak mengganti Pesangon dan kerugian yang dialami kliennya selama bekerja di perusahaan tersebut. 

Sementara itu, awak media yang berusaha mengonfirmasi kepada pihak PT Keppel dengan mendatangi langsung kantornya di Jakarta Garden City Cakung hanya menemukan satu penjaga kantor. Sementara direksi dan karyawan lainnya tengah bekerja dari rumah. 

Awak media juga mencoba menghubungi pihak HRD PT Keppel melalui pesan whatsapp namun tidak merespon pesan tersebut.  

Diketahui, Tiara telah bekerja di PT Keppel yang merupakan anak perusahaan dari Puninar Logistics sejak 2015 dan menjadi karyawan tetap sejak 2016 sampai 2020. 

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Jaring Aspirasi di Masa Reses, Anggota DPRD Kota Bekasi Hj Evi Mafriningsianti Kunjungi Konstituennya

Babak Baru Kasus Dugaan Perbuatan Asusila Ketua DPC PPP Kabupaten Dompu

Dugaan Perbuatan Asusila Ketua DPC Dompu, Ujian bagi Ketua PPP Suharso Monoarfa

Wakapolsek Pondok Gede Hadiri Santunan di Asrama Yatim Yayasan Rindang Indonesia

Sertijab Kepala Lapas Klas IIA Bekasi yang Baru

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar