TB Lebih Berbahaya dibanding Covid-19, Ini Imbauan Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar

Ricky Suhendar
Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar kepada awak media menjelaskan bahaya TB dan cara penanganannya. Foto ; Hat.

Terkini.id, Bekasi – Di masa pandemi COVID-19 ini, terdapat satu penyakit yang luput dari perhatian banyak orang padahal efeknya dianggap sama bahkan lebih berbahaya dibanding COVID-19 itu sendiri. Penyakit itu adalah TB atau tuberkulosis.

Data menunjukkan bahwa angka kasus penderita TB di Indonesia masih cukup tinggi. Pada skala dunia, Indonesia masuk peringkat ketiga setelah India dan China. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, kasus TBC di Indonesia pada 2017 lalu menyebabkan 116 ribu orang meninggal dunia dan pada 2018 sebanyak 98 ribu orang meninggal.

Lokakarya Kesehatan di Aula Kantor Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi, Senin 23 November 2020 bersama UPTD Puskesmas Perumnas 2 Kayuringin Jaya. Foto : Hat.

Sejalan dengan itu, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi, Senin 23 November 2020 berlangsung kegiatan Lokakarya Kesehatan bersama UPTD Puskesmas Perumnas 2 Kayuringin Jaya yang satu diantaranya sosialisasi tentang TB.

Menghadirkan Kepala Puskesmas Perumnas 2 drg Ariska Agustina dan Penanggung jawab Program HIV sekaligus Ketua Pokja UKM dr CH Murniati Amra yang bertindak sebagai pemateri. Keduanya dibantu oleh sejumlah pegawai Puskesmas dan kader BERSATU (Berantas Tuberkulosis) dan kader Posyandu Kelurahan Kayuringin Jaya. Peserta yang hadir berasala dari Karang Taruna, PKK, Kader Posyandu, LPM dan Forum RW.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan rutin lokakarya triwulan yang dalam setahun empat kali melakukan ini dengan bersinergi dengan kelurahan (Kayuringin Jaya) dan lintas sektor lainnya,” ujar Ariska, Senin 23 November 2020.

Tujuannya, kata Ariska untuk menginformasikan tentang kesehatan kepada masyarakat khususnya HIV dan TB sekaligus mencatat masukan-masukan dari para kader, masyarakat dan instansi terkait lainnya bagi peningkatan  mutu dan layanan Puskesmas Perumnas 2 ke depannya.

Untuk kasus TB, Ariska mengatakan, Provinsi Jawa Barat menempati urutan ketiga dengan jumlah pengidap TB setelah Papua dan Banten. Sementara dalam dunia, Indonesia menempati urutan ketiga setelah China dan India. Di kelurahan Kayuringin sendiri, hampir seratus orang pasien TB, dua puluh orang di antaranya tengah menjalani pengobatan rutin.

Untuk merem laju peningkatan jumlah orang yang mengidap TB, selain menggalakan sosialisasi oleh petugas puskesmas juga melibatkan para kader kesehatan yang ada di kelurahan Kayuringin. “Kader ini sudah kami latih bagaimana memantau pasien TB yang ada di wilayah dan menginformasikan ke kami tim kesehatan dan bisa kami tindak lanjuti segera,” imbuhnya.

Kepala Puskesmas Perumnas 2 drg. Ariska Agustina sedang memberi materi tentang kesehatan kepada warga Kayuringin Jaya. Foto : hat.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Lurah Kayuringin Jaya Ricky Suhendar menekankan bahwa kasus TB justru lebih berbahaya daripada COVID-19. “Ada beberapa warga yang kena TB dan TB itu sangat berbahaya karena langsung menyerang paru-paru juga efeknya dan penyebarannya begitu cepat,” kata Ricky.

Untuk menekan jumlah pengidap penyakit TB di masyarakat, pihak kelurahan akan meningkatkan pengawasan dan sosialisasi oleh RT dan RW bekerjasama dengan pihak Puskesmas. Bagi yang memiliki gejala TB agar segera dilaporkan ke pihak Puskesmas, kelurahan dan Dinas Kesehatan.

“Jadi untuk TB itu sendiri, yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan luar rumah dan dalam rumah. Jangan sampai rumah itu selalu gelap dan cahaya tidak masuk karena virus suka di tempat-tempat lembab, kotor,” katanya.

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar