Lurah Jakasampurna Minta Spanduk Protes Penutupan Jalan Cendana Raya Dicopot

Jakasampurna
Warga RW 011 Kelurahan Jakasampurna lakukan aksi protes penutupan gerbang Jalan Cendana raya. Foto : Hatta

Terkini.id, Bekasi – Rencana Penutupan secara permanen Jalan Cendana Raya yang terletak di RW 06 Jakasampurna Bekasi memunculkan aksi protes dari warga Kampung Pulo Gede, RW 011.

Sekira 300 warga melakukan aksi turun ke jalan sambil membentangkan spanduk penolakan, pada Selasa, 8 September 2020.

Warga RW 11 menolak penutupan dengan alasan akan menimbulkan banyak kerugian khususnya bagi pedagang yang sehari-hari melewati jalan tersebut.

“Saya sebagai Ketua RT. 011, yang mewakili dari warga RT 011 menolak dengan keras rencana penutupan jalan ini, bahkan kemarin saya juga sudah konfirmasi kepada rekan-rekan RT di sini, bahwa kita semua sebagai pengurus RT sangat menolak dengan rencana penutupan jalan tersebut secara permanen, karena dengan penutupan permanen jalan tersebut jelas menimbulkan banyak kerugian, terutama akses jalan,” kata Ketua RT 011 Novi Yanto.

Novi menambahkan, penutupan jalan mengakibatkan warga harus berputar jauh, sementara banyak pedagang yang harus berjualan di depan.

“Kalau jalan ditutup permanen kasian mereka harus memutar jalan sambil mendorong gerobak mereka, belum pekerja dan pelajar kalau sudah aktif, mereka dikejar waktu, yang jelas rencana Ketua RW. 06A ini serius, karena mereka telah mengadakan angket(pemilihan suara yang pro dan kontra) untuk warganya, dan tetap dengan tegas, kami perwakilan warga akan menolak rencana tersebut,” lanjut Novi.

Lurah Jakasampurna Edi Djunaedi saat wawancara awak media. Foto : Hatta

Tidak ingin situasi tambah memanas, Lurah Jakasampurna Edi Djunaedi menggelar kegiatan silaturahmi dengan mengundang pihak-pihak yang berseteru yakni perwakilan Pengurus RT RW 06 dan RW 011. Turut hadir Babinsa, Bimaspol dan tokoh masyarakat.

“Pertemuan ini mencari titik terang,” ucap Lurah Edi kepada awak media usai acara silaturahmi, Kamis, 10 September 2020.

Edi menambahkan, terkait penutupan secara permanen gerbang Jalan Cendana adalah baru sebatas wacana intern warga RW 06. Oleh warga RW 11, wacana ini ditanggapi serius dengan melakukan aksi protes.

“Proses (penutupan jalan) itu panjang tidak bisa dilakukan oleh sepihak. Ada instansi-instansi terkait yang berperan di sana,” ujarnya.

Karena baru wacana, Lurah Edi mengajak warga RW 11 untuk menurunkan spanduk penolakan. Sementara itu, Ia berjanji akan mengevaluasi penutupan gerbang yang sudah berlangsung selama enam bulan gara-gara pandemi.

“Pencopotan (Spanduk) tadi sudah kita minta karena memang sudah tidak ada wacana penutupan jalan Cendana raya secara permanen hari ini kita minta dicopot,” tandas Edi. (hat)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Babak Baru Kasus Dugaan Perbuatan Asusila Ketua DPC PPP Kabupaten Dompu

Dugaan Perbuatan Asusila Ketua DPC Dompu, Ujian bagi Ketua PPP Suharso Monoarfa

Wakapolsek Pondok Gede Hadiri Santunan di Asrama Yatim Yayasan Rindang Indonesia

Sertijab Kepala Lapas Klas IIA Bekasi yang Baru

Pembangunan Pesantren Tahfiz Yatim Program Yayasan Mandiri Amanah Tahun 2021

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar