Pembongkaran Pasar Jatiasih Mulai Senin, Pedagang : Terkesan Dipaksakan

Pedagang pasar Jatiasih
Mediasi antara Pedagang Pasar Jatiasih dengan PT MSA selaku pengembang di Kantor Kelurahan Jatirasa, Kamis 27 Agustus 2020. Foto: Hatta

Terkini.id, Bekasi – Perintah pengosongan Pasar Jatiasih dimulai Senin 31 Agustus 2020 mendatang. Namun sebagian besar pedagang mengeluhkan ketidakjelasan mekanisme pemindahan dan waktu yang terlalu singkat.

Kendati sudah dilakukan beberapa kali mediasi antara pedagang dengan PT Mukti Sarana Abadi (MSA) selaku pengembang, namun hasilnya belum memuaskan sebagian besar pedagang.

Pedagang merasa khawatir dengan janji yang telah diutarakan pihak pengembang yang hanya diutarakan secara lisan atau verbal tanpa kesepakatan tertulis.

MSA berjanji akan menyediakan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi seluruh pedagang dan kebijakan-kebijakan lainnya. Hal itu diutarakan Rudi Rosadi perwakilan PT MSA pada mediasi yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Jatirasa Kecamatan Jatiasih, Kamis, 27 Agustus 2020.

Hadir dalam mediasi, Kapolsek Jatiasih Kompol Yulianto SH, Kabagops Polrestro Bekasi Kompol Wisnu Wardana, Kanit intel Polsek Jatiasih Iptu Eko, Koramil, Kepala Rukun Warga Pasar, Ketua Unit Pasar Jatiasih Irma Suryani dan ratusan pedagang pasar Jatiasih.

Para pedagang mengeluhkan syarat berat untuk bisa menempati kios TPS. Pihak pengembang mewajibkan pedagang membayar 10 % dari harga kios baru nantinya. Selain itu, pedagang juga mengkritik jumlah kios yang sedikit dan luas kios yang sempit hanya berukuran 1 x 1 meter.

Hendro Arrad Pulungan atau Randal alias Ucok, Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Baru Jatiasih (P3BJ). Foto : Hatta

Keluhan-keluhan tersebut ditanggapi Rudi perwakilan pihak pengembang bahwa kios akan digratiskan bagi para pedagang lama, dan bagi yang tidak mendapat kios di TPS bisa mendatangi kantornya.

Kendati demikian, Hendro Arrad Pulungan atau Randal alias ucok, Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Baru Jatiasih (P3BJ) menyayangkan sikap pihak pengembang yang orientasinya sekadar bisnis semata tanpa menghiraukan unsur kemanusiaan. Mestinya, kata dia, Pihak pengembang memperhatikan dampak pandemi pada para pedagang.

“Mereka (MSA) masih memaksakan diri di tengah covid ini harus kita dipindahkan. Harusnya di dalam PKS (perjanjian kerja sama) yang menurut dia tidak bisa direvisi harusnya ada perjanjian yang bersifat force majeur,” ucap Ucok usai mediasi.

Menurutnya, pandemi Covid ini salah satu force majeur yang punya dampak ekonomi bagi para pedagang. Banyak Pedagang yang mengalami kesulitan ekonomi. Sementara, pedagang tidak dilibatkan dalam penentuan harga per unit kios.

“Dari awal kita juga pedagang tidak dilibatkan bahkan masalah harga. Itu poin ketidakpuasan kita. Kenapa sih harga kita tidak dilibatkan,” tambahnya.

Ucok mengakui, kendati pihak pengembang telah menawarkan Kebijakan-ke Kebijakan harga namun ia merasa itu belum cukup pasalnya tidak dituangkan dalam peraturan tertulis (hitam di atas putih). Sehingga berpotensi melanggar kesepakatan mediasi tadi.

“Kita khawatir betul teman-teman ini ada jebakan berikutnya ketika kita di tempat penampungan dengan segala kondisi kita ke depan seperti apa nggak ada yang tahu,” sambungnya.

Ia berharap pemeritah Kota Bekasi bisa memberikan kebijakan dengan memperhatikan dampak pandemi, bukan sekadar soal bisnis.

“Pure ini kami Pedagang dibisnisin. Lihat deh bahasa dia tadi ini bisnis. Tapi ini kan warganya pak Wali Kota nih tolong pak dilihat. Lihat kami pak. Kasih lah kebijakan-kebijakan force majeur ubahlah sedikit PKS-nya, ini pandemi,” harapnya.

Soal waktu pengosongan, Ucok menilai terkesan dipaksakan dan belum matang. “Ketika senin kita harus pindah itu teknisnya mereka tidak paparkan juga. Itu yang saya bilang ini belum matang dan terkesan dipaksakan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur MSA Rudi Rosadi mengungkapkan, “Ini sudah pasti (Pengosongan) dan sudah melalui berbagi proses, tidak lagi ada pending, kita ini bisnis segala sesuatunya kami perhitungkan.

Dan bagi yang merasa keberatan dengan pembayaran, Monggo silahkan datang Ke kantor kita bicarakan baik-baik.” (hat)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

PHK Sepihak dan Intimidasi, Eks Karyawan Tuntut PT Keppel Puninar Logistics

Babak Baru Kasus Dugaan Perbuatan Asusila Ketua DPC PPP Kabupaten Dompu

Dugaan Perbuatan Asusila Ketua DPC Dompu, Ujian bagi Ketua PPP Suharso Monoarfa

Wakapolsek Pondok Gede Hadiri Santunan di Asrama Yatim Yayasan Rindang Indonesia

Sertijab Kepala Lapas Klas IIA Bekasi yang Baru

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar