3 Tips Sederhana Tingkatkan Imunitas Tubuh

Running
Perempuan sedang Berolahraga. Foto Ilustrasi : @Running

Terkini.id, Bekasi – Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh sekaligus mencegah serangan virus di antaranya menjaga jarak, mencuci tangan, mengonsumsi beraneka ragam sayuran, buah dan suplemen.

Namun itu saja tidak cukup, beberapa ahli menyarankan cara lain kendati itu membutuhkan effort lebih dan waktu yang lama.

Seperti yang diungkapkan Nicole Avena, PhD, profesor tamu psikologi kesehatan di Universitas Princeton dikutip dari laman Women’s Health, Kamis (18 Juni 2020),

“Kekebalan (tubuh) adalah maraton, bukan lari cepat. Karena itu, tidak ada cara cepat dan mudah untuk segera memperkuat imunitas Anda.”

Karena itu, Avena menyarankan melakukan tindakan komprehensif atau menyeluruh. “Anda harus mengambil pendekatan menyeluruh jika Anda ingin mempertahankan sistem kekebalan tubuh dalam bentuk pertempuran,” katanya.

Senada dengan itu, E. John Wherry, PhD, Direktur Institute for Immunology di University of Pennsylvania mengungkapkan bahwa kekebalan tubuh bisa diraih dengan mengubah gaya hidup.

“Tapi kamu benar-benar dapat membantu kekebalanmu dengan membuat perubahan gaya hidup tertentu,” kata Wherry.

Wherry menambahkan, beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan menata pola tidur, mengurangi stres, dan berolahraga teratur.

“Anda tidak akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih sehat dalam seminggu dengan memompa diri Anda dengan vitamin karena seseorang yang dekat dengan sakit,” katanya.

Atur Pola Tidur

Tidur selama tidak kurang dari 7 jam dalam satu malam adalah penting buat kesehatan dan imun tubuh.

“Data terbaik yang kami miliki tentang cara meningkatkan imunitas adalah mendapatkan jumlah tidur yang tepat,” kata Wherry.

Wherry menambahkan, orang-orang yang hanya tidur selama enam jam dalam satu malam atau kurang selama satu minggu memiliki kemungkinan empat kali lebih tinggi resiko terserang flu ketika terkena virus dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih dari tujuh jam, ini menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep (The risk of getting sick was even higher for those who snoozed less than five hours a night)

Sementara, Rita Kachru,MD, Kepala Bagian Divisi Imunologi dan Alergi Klinis dan Asisten Professor di David Geffen School of Medicine UCLA mengatakan,

“Segala sesuatu yang Anda lakukan ketika Anda bangun – makan, mencerna, bekerja, berjalan, berolahraga – mendorong tubuh Anda untuk melepaskan sel-sel imflamasi atau peradangan,”

Rita menambahkan, tidur membuat tubuh istirahat. Fokus pada kebiasaan tidur yang baik dan konsisten dalam jangka panjang adalah cara yang harus ditempuh untuk membangun pertahanan tubuh.

Respon Terhadap Stres

Sudah jamak diketahui bahwa stres mendorong pelepasan kortisol, hormon yang berperan saat ada ancaman, bertarung atau lari.

“Ketika kortisol tinggi, sistem kekebalan tubuh Anda tidak aktif,” kata Daniel M. Davis, PhD, profesor imunologi di University of Manchester Inggris.

Ia menjelaskan ketika tubuh mengirimkan semua sumber dayanya ke benda yang dianggapnya paling mungkin membahayakan diri, menjauh dari itu sehingga bertindak seperti jaringan pelindung.

Jangan stres dan tetap tenang bisa membantu mengurangi munculnya kortisol.

Olahraga secara Tepat

Berolahraga akan menciptakan peradangan atau kerusakan sel tubuh, tetapi itu berdampak baik. “Ini sedikit berlawanan dengan intuisi, karena olahraga benar-benar mengganggu homeostasis tubuh Anda,” kata Wherry.

Namun ketika keringat sudah kering, tubuh akan kembali ke keadaan semula— itu cara yang cemerlang dalam menjaga kekebalan tubuh Anda,” kata Wheery selanjutnya.

Penelitian menunjukan orang yang rutin berolahraga akan mengembangkan lebih banyak sel T (sel perusak sel darah putih) dan juga membantu memodulasi hormon stres kortisol, yang, ketika dinaikkan akan menyebabkan aktivitas peradangan.

Beberapa ahli setuju bahwa olahraga berlebihan atau memaksakan diri justru dapat menghambat kekebalan tubuh.

Jadi, berolahraga secara teratur dengan intensitas yang cukup hasilnya akan baik untuk imunitas tubuh anda.

“Saya berolahraga selama 20 hingga 30 menit setiap hari secara konsisten dan cukup memungkinkan tubuh anda pulih dan membangun sistem kekebalan lebih cepat daripada berolahraga berlebihan atau tidak berolahraga sama sekali,” kata Lisa Ballehr, DO, seorang dokter Osteopathic dan praktisi bersertifikat dari Institute for Functional Medicine.

Konten Bersponsor

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar