Ini lah Salat Jumat Gaya Baru di Al Zaytun di Tengah Pandemi Corona

Salat Jumat di Al zaytun
di masa Pandemi, Salat jumat tetap dilaksanakan di Pompes Al Zaytun. Foto : Taufik/Analisnews

Terkini.id, Indramayu – Pandemi Corona Covid-19 membuat perubahan di segala aspek kehidupan umat manusia termasuk tentang ritual peribadatan.

Ibadah yang dulunya dilakukan bersama-sama di masjid, di gereja, di wihara kini berubah menjadi sendiri-sendiri di rumah. Begitu pun dengan ritual salat Jumat.

Tetapi tidak demikian halnya dengan praktik salat jumat yang dilakukan komunitas penghuni Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu yang tetap melakukan salat jumat secara bersama-sama bahkan jumlahnya sangat banyak memenuhi masjid dengan jarak saf yang diperlebar.

Pemimpin sekaligus pendiri Ponpes Al Zaytun, Abdussalam Panji Gumilang memberi alasan mengapa Al Zaytun tetap menggelar salat jumat meskipandemi Corona masih berlangsung saat ini.

“Kita patuh pada quran. Jumat tidak boleh kita hilangkan maka corona memberi kesempatan untuk kita menata orde, ibadah jumat secara baru inilah Orsiba orde salat jumat secara baru,” papar Pria yang kerap disapa Syaykh Al Zaytun ini di hadapan ratusan jamaah salat jumat di masjid Ponpes Al Zaytun, Jumat (15 Mei 2020).

Syaykh menyebut gaya salat jumat baru tersebut dengan nama ‘Orsiba’ atau orde salat jumat secara baru.

Lebih lanjut sosok yang pernah mengenyam pendidikan di Ponpes Gontor ini menegaskan bahwa salat jumat adalah perintah yang tidak bisa ditawar-tawar atau bahkan difatwakan secara sembarangan tetapi mutlak dikerjakan. Umat islam yang menyesuaikan bukan perintahnya yang diubah.

“Jangan pernah merombak salat jumat dengan yang lainnya. Salat jumat adalah perintah Tuhan yang disampaikan oleh rasul dalam quran. Tidak ada ungkapan siapapun yang bisa menafikan alquran. Mustinya yang difatwakan adalah jangan pernah membaut masjid terlalu kecil menghadapi corona ini masjid tidak boleh kecil,” jelas Alumni UIN Syarif Hidayatullah ini.

Panji menanggapi fatwa salat jumat yang dikeluarkan MUI baru-baru ini yang dinilai tidak tepat.

Panji berdalih, salat jumat bukan sunah (tradisi) tetapi perintah wajib di dalam alquran yang tidak bisa diganti dengan salat duhur di rumah.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa MUI nomor 14 tahun 2020, tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah covid-19.

Pada poin keempat disebutkan “dalam kondisi penyebaran covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat Zhuhur di tempat masing-masing.”

Masjid Rahmatan Lil Alamin Al Zaytun dengan menara tertinggi ke-3 di dunia 201 meter. Foto : LKM MRLA

Sejak pandemi covid-19 masuk ke Indonesia, Penghuni Ponpes Al zaytun tidak pernah melewatkan ritual salat jumat berjamaah di masjid. Salat jumat tetap dilaksanakan yang diimami langsung oleh AS Panji Gumilang sebagai pemimpin pesantren terbesar di Asia Tenggara.

Dan saat ini, Al Zaytun tengah merampungkan masjid yang digadang-gadang sebagai masjid terbesar di Asia dengan menara tertinggi ke tiga di dunia setelah menara Masjid Mohammadia Mega di Aljazair dan Menara Masjid Hasan II di Casablanca, Maroko.

Masjid yang akan digunakan untuk salat jumat dan kegiatan keagamaan lainnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Yayasan Rindang Indonesia Gandeng Polsek Pondok Gede Sebar Bantuan Sembako pada Warga Terdampak Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar