Refund Tak digubris, Centig Tour Minta Kemenag dan Kemenhub Menegor GSA FLYNAS Indonesia

Datuk agung sidayu
Chairman Wira Tata Buana Agung Sidayu (berpeci putih) bersama tokoh nasional. Foto : Istimewa

Terkini.id, Jakarta – Centig Tour Wisata menggugat Flynas, perusahaan Jasa Visa Umrah, Hotel dan penerbangan untuk mengembalikan dana (refund) jamaah umrah Centig yang tidak jadi diberangkatkan.

Centig berpegang pada surat keputusan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI dan kementerian lainnya yang berisi pengembalian dana umrah bagi jamaah yang tidak jadi diberangkatkan.

Namun, pihak GSA Flynas Indonesia tidak menggubris gugatan pihak Centig.

Karena itu, pihak Centig melalui Datuk Agung Sidayu selaku Chairman YPI Wira Tata Buana sekaligus Preskom PT Centig Tour melayangkan surat kepada kementerian agama RI untuk segera melakukan monitoring dan teguran kepada pihak Flynas yang namanya sudah terdaftar di Kementerian Agama.

Jamaah Umrah Centig Tour. Foto : Istimewa

Agung Sidayu mengaku telah melakukan berbagai upaya damai dengan menghubungi baik melalui sosial media dan surat langsung kepada pihak GSA Flynas namun tidak mendapat tanggapan sama sekali.

“Kiranya Kementerian Agama melakukan tegoran keras kepada provider visa, hotel, dan perusahaan penerbangan agar melakukan refund. Jika tidak maka GSA yang menjadi provider Umrah harus mendapatkan hukuman administratif,” kata Agung.

Agung juga meminta Kementerian Perhubungan RI menghentikan operasi penerbanagan Flynas yang dianggapnya wanprestasi.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kastri Dukung Tri Adhianto Maju Sebagai Wali Kota Bekasi

Inilah Cara Kreatif Amalludin dan Warga RW 02 Papanggo Ciptakan Kampung Zona Hijau Bebas Covid-19

Jajaran Polres Bekasi Kota Ungkap Kasus 34 Polybag Tanaman Ganja Ilegal

Event Bakti Sosial Terus Dilakukan Yayasan Rindang Indonesia di Masa Pandemi ini

Lurah Kayuringin Jaya Resmikan Posko Keamanan Terpadu RW 21 Kayuringin Bekasi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar