Pandemi COVID 19, Perusahaan Logistik di Indonesia Terapkan Protokol Pencegahan COVID 19

Terkini.id, Bekasi – Menyikapi merebaknya wabah COVID 19, perusahaan perusahaan logistik di Indonesia mulai menyiapkan protokol pencegahan penularan wabah COVID 19.

Perusahaan yang mulai menerapkan protokol pencegahan penularan wabah COVID 19 adalah Lastana Express (LEX).

LEX sendiri merupakan anak perusahaan milik E-commerce Lazada Indonesia.

Baca Juga: TB Lebih Berbahaya dibanding Covid-19, Ini Imbauan Lurah Kayuringin Jaya...

Protokol pencegahan penularan yang dilakulan oleh LEX adalah dengan mewajibkan seluruh kurirnya mengunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan plastik dan masker.

Hal ini dilakukan menyusul makin merebaknya penularan COVID 19 terutama di wilayah Jakarta.

Baca Juga: Atasi Dampak Ekonomi Akibat COVID 19, Pemerintah Pusat Resmi Luncurkan...

Pengunaan APD yang diterapkan oleh LEX ini bertujuan untuk melindungi kurir LEX sekaligus pelanggan LEX dari resiko tertularnya COVID 19.

Protokol pencegahan penyebaran COVID 19 (sicepat.com)

Selain LEX, perusahaan logistik seperti Sicepat juga menerapkan protokol pencegahan penularan COVID 19. Protokol yang dilakukan oleh Sicepat adalah dengan mewajibkan kurirnya melakukan cek suhu sebelum memulai bekerja, melakukan desinfektan di area gudang dan mewajibkan kurir menggunakan APD seperti masker dan sarung tangan.

Selain itu, Sicepat juga mewajibkan seluruh gerainya menyiapkan hand sanitizer.

Baca Juga: Permenhub 18 Tahun 2020 Terbit, Pemprov DKI Jakarta Harus Kaji...

Selain Sicepat dan LEX, Gojek dan Grab sudah terlebih dulu menerapkan protokol pencegahan penularan COVID 19 yaitu dengan menerapkan konsep contactless driver.

Konsep contactless driver adalah konsep pelayanan tanpa melakukan kontak fisik dengan driver dengan cara menjaga jarak dengan driver dan mewajibkan driver mengunakan APD seperti masker.

Khusus untuk layanan pemesanan makanan, Gojek dan Grab menerapkan skema contactless driver dengan menjaga jarak dengan pembeli sejauh 2 meter dan meletakkan makanan di pagar atau ditempat lainnya yang disepakati.

Penerapan protokol pencegahan penularan COVID 19 yang dilakukan oleh LEX, Sicepat, Gojek dan Grab merupakan kontribusi perusahaan-perusahaan swasta guna mendukung kebijakan pemerintah pusat, mengenai upaya social distancing sebagai pencegahan upaya mengurangi kontak fisik antara pelanggan dengan kurirnya.

Kebijakan social distancing sendiri merupakan mengurangi kontak antarwarga.

Social distancing dilakukan dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, tidak bersalaman, serta penundaan acara-acara besar, seperti pertemuan masyarakat, hiburan, olahraga ataupun bisnis.

Langkah ini dilakukan guna mengurangi meluasnya penyebaran wabah COVID 19.

Bagikan