Pandemi COVID 19, Pemerintah Indonesia Gratiskan Biaya Pengobatan COVID 19

Pandemi COVID 19, Pemerintah Indonesia Gratiskan Biaya Pengobatan COVID 19 (kemkes.go.id)
Pandemi COVID 19, Pemerintah Indonesia Gratiskan Biaya Pengobatan COVID 19 (kemkes.go.id)

Terkini.id, Jakarta – COVID 19 yang merupakan penyakit infeksi emerging (PIE) merupakan ancaman besar bagi keamanan kesehatan global, karena selain dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di suatu wilayah, juga berpotensi menyebabkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD).

Jika suatu penyakit sudah dinyatakan sebagai KKMMD oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), maka penyakit tersebut berpotensi mengalami penyebaran yang cepat, menimbulkan banyak kematian, bahkan potensi kerugian ekonomi yang besar.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia memutuskan untuk menanggung seluruh biaya perawatan dan penanggulangan bagi semua pasien COVID 19, termasuk pasien COVID 19, sejak dinyatakan yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspek.

Apabila selanjutnya hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan terkonfirmasi positif COVID 19, maka seluruh biaya pengobatannya juga dijamin oleh negara.

Segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Secara rinci, pembebasan biaya pasien COVID 19 yang terkategori sebagai PIE dijelaskan dalam Permenkes No. 59 Tahun 2016 berlaku dengan ketentuan situasi di luar kejadian wabah.

Dimulai sejak pasien ditetapkan sebagai suspek (pasien dalam pengawasan) hingga keluar hasil pemeriksaan konfirmasi laboratorium atau dimulai sejak pasien dinyatakan positif menderita penyakit COVID 19 berdasarkan hasil pemeriksaan konfirmasi laboratorium hingga dinyatakan sembuh sesuai dengan kriteria atau meninggal. Pembebasan biaya juga meliputi komponen biaya administrasi pelayanan; pelayanan dan perawatan di IGD, ruang isolasi, ruang ICU dan jasa dokter serta pemeriksaan penunjang diagnostik (laboratorium dan radiologi) sesuai dengan indikasi medis; obat-obatan, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai, rujukan, dan pemulasaran jenazah (kantong jenazah, peti jenazah, transportasi dan penguburan).

Mengacu pada hal tersebut diharapkan masyarakat tidak usah memikirkan biaya pengobatan jika merasa terkena COVID 19 karena seluruh biaya pengobatan COVID 19 ditanggung negara.

Komentar

Rekomendasi

Perang Lawan COVID 19, GRAB Kucurkan Rp 160 Miliar Untuk Driver Terdampak COVID 19

Kucurkan Stimulus Rp 405 Trilyun, Bukti Kehadiran Negara Lawan COVID 19

Perang Lawan COVID 19, Pemerintah Pusat Siapkan 50 Warteg Gratis Untuk OJOL di Jabodetabek

Perang Lawan COVID 19, MUI Ingatkan Umat Islam Tak Tolak Jenasah COVID 19

Perang Lawan COVID 19, Anggota DPRD Jabar Sumbang APD Tenaga Medis di RSUD Kota Bekasi

Perang Lawan COVID 19, Gugus Tugas COVID 19 Distribusikan Lagi 349 Ribu APD Untuk Tenaga Medis

Perang Lawan COVID 19, Presiden Jokowi Perintahkan Pemda Patuhi PP PSBB

Terapkan Isolasi Kemanusiaan, Pemkot Bekasi Dinilai Tak Patuhi PP Nomor 21 Tahun 2020

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar