Kematian Ansel Janggal, Sejumlah Pihak Mendesak Mabes Polri Turun Tangan

Aliansi Bela Ansel Wora
Diskusi Publik Bedah Visum Et Repertum dan Carut Marut Hukum di NTT di Gedung Margasiswa (PMKRI) Menteng Jakarta Pusat, Jumat 13 Maret 2020. Foto : MHT

Terkini.id, Jakarta – Kematian Anselmus Wora, warga Ende Nusa Tenggara Timur beberapa bulan yang lalu masih menyisakan misteri. Tidak hanya pihak Keluarga korban, namun juga sejumlah pihak. Mereka menganggap Kematian Ansel tidak wajar dan berusaha ditutup-tutupi oleh pihak tertentu.

Pihak kepolisian Daerah (Polda) NTT telah mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau lazim disingkat SP3. Polisi menilai kasus ini tidak memiliki tidak cukup bukti.

Berbeda dengan sikap keluarga yang diwakili Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) yang menilai polisi tidak serius mengungkap kasus tersebut.

Karena itu, Garda NTT bersama sejumlah advokat, aktivis, politisi, dan elemen lainnya mendesak kasus ini dibuka kembali oleh pihak Mabes Polri karena Polda NTT dinilai tidak mampu.

Ketua Umum Garda NTT Yons Ebiet mengungkapkan kasus ini akan diserahkan ke Mabes Polri karena Polda NTT dinilai tidak mampu.

“Kasus ini sudah kita bawa ke Mabes Polri kita minta Mabes Polri mengambil alih kasus ini. Polda NTT sudah tidak mampu,” kata Yons usai menjadi narasumber Diskusi Publik Bedah Visum Et Repertum dan Carut Marut Hukum di NTT di Gedung Margasiswa (PMKRI) Menteng Jakarta Pusat, Jumat 13 Maret 2020.

Yons berjanji akan membawa kasus ini kepada Mabes Polri untuk ditindak lanjuti dan akan terus melakukan berbagai cara agar kasus ini terungkap.

“Kita kan berbagai cara selain aksi jalanan kemarin (aksi) seribu lilin, kita ke Mabes Polri, Kompolnas dan Komnas HAM,” katanya.

Pendamping hukum keluarga korban, San Salvator. Foto : MHT

Sementara pendamping hukum keluarga korban, San Salvator mengungkapkan setelah SP3 ini, pihaknya akan menempuh jalur pra peradilan.

“Setelah SP3 secara hukum secara litigasi kita harus praperadilan,”ungkapnya.

Apabila itu tidak berhasil, San akan menempuh cara non litigasi dengan pendekatan kepada komisi 3 DPR RI.

San menilai kasus kematian Ansel Ini sarat dengan konspirasi, ada kepentingan penguasa ditambah ketidakseriusan lembaga penegak hukum di NTT mengusut secara terang benderang kasus ini.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

PT. Pegadaian (Persero) Serahkan Bantuan Mobil Layanan Umat untuk Masyarakat Kota Bekasi

Inilah Empat Balon Ketua DPD Golkar Kota Bekasi

Musda Pemilihan Ketua DPD Golkar Kota Bekasi Ditetapkan Akhir Juli 2020

Kastri Dukung Tri Adhianto Maju Sebagai Wali Kota Bekasi

Inilah Cara Kreatif Amalludin dan Warga RW 02 Papanggo Ciptakan Kampung Zona Hijau Bebas Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar