Indonesia Darurat COVID 19, Jaringan Sekolah Pelita Harapan Liburkan Siswanya

Indonesia Darurat COVID 19, Jaringan Sekolah Pelita Harapan Liburkan Siswanya (Dok. putra)
Indonesia Darurat COVID 19, Jaringan Sekolah Pelita Harapan Liburkan Siswanya (sph.edu)

Terkini.id, Tangerang – Guna menghindari menyebarnya wabah COVID 19, Sekolah Pelita Harapan (SPH) merumahkan siswanya dan menerapkan sistem pengajaran menggunakan sistem online selama 3 minggu yang dimulai 16 Maret hingga 6 April 2020

Hal ini terkait dengan keputusan resmi dari rapat pimpinan sekolah sebagai tindakan pencegahan guna memastikan seluruh siswa terhindar dari wabah COVID 19. Selama masa Online Home Learning, sekolah tidak ditutup oleh karena guru dan staf tetap melanjutkan pekerjaan mereka seperti biasa.

“Ini bukanlah merupakan respon darurat, namun merupakan langkah pencegahan yang kami ambil untuk melindungi komunitas sekolah kami. Walaupun hingga kini tidak ada murid ataupun staff SPH yang terinfeksi COVID 19. Sejak beberapa tahun kami telah menginvestasikan dana untuk infrastruktur teknologi yang memungkinkan terlaksananya online home learning. Kebetulan, pada saat momen inilah hal ini kami implementasikan. Kami pun tetap mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian-ujian penting seperti Ujian Nasional dan ujian internasional yaitu IGSCE dan IBDP,” tutur Matthew Mann, Koordinator dari seluruh cabang SPH, dalam keterangannya pada 11 Maret 2020.

Pihak SPH juga sudah menerapkan protokol kesehatan bagi siapapun warga sekolah yang memasuki gedung untuk diperiksa suhu tubuhnya sejak minggu lalu. Selain itu pihak sekolah juga menyediakan cairan hand sanitizer di beberapa titik sekolah.

Selain itu pihak SPH juga membatalkan seluruh agenda terkait campus trip. Serta menskrining sejarah perjalanan bagi seluruh warga sekolah.

Walaupun SPH merumahkan murid-muridnya, sistem Online Home Learning memungkinkan para siswa untuk melanjutkan proses belajar-mengajar secara online di rumah masing-masing. SPH juga telah memiliki lisensi untuk menggunakan aplikasi teknologi seperti Office 365, Edmodo, SeeSaw, dan ManageBac, serta materi pembelajaran online melalui BrainPOP, IXL, Reading A-Z, EPIC, dan lain sebagainya. Sehingga kegiatan pembelajaran tidak terganggu dan tetap berjalan seperti biasa.

Sistem Online Home Learning ini diterapkan di seluruh cabang SPH. SPH terdiri dari 5 cabang yang tersebar di seluruh Jabodetabek, yaitu SPH Lippo Village (Tangerang), Sentul City (Bogor), Lippo Cikarang (Bekasi), Kemang Village (Jakarta Selatan), dan Pluit Village (Jakarta Utara). Hingga hari ini, SPH memiliki total 2.246 siswa dari kelima cabang ini.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Permenhub 18/2020 Terbit, Pemda Diharapkan Tak Batasi Lagi Ojol Angkut Penumpang Saat PSBB

Atasi Dampak Ekonomi Akibat COVID 19, Pemerintah Pusat Resmi Luncurkan Kartu Prakerja

Permenhub 18 Tahun 2020 Terbit, Pemprov DKI Jakarta Harus Kaji Ulang Aturan Pembatasan OJOL dalam PSBB

Respon Aspirasi Masyarakat, Kementerian Perhubungan Ijinkan Sepeda Motor Dan Ojol Angkut Penumpang

Perang Lawan COVID 19, 19 Ribu Orang Telah Jalani Tes COVID 19 di Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar