Fokus Tangani COVID 19, Presiden China Batalkan Kunjungan Keluar Negeri

Fokus Tangani COVID 19, Presiden China Batalkan Kunjungan Keluar Negeri (CGTN.COM)
Fokus Tangani COVID 19, Presiden China Batalkan Kunjungan Keluar Negeri (CGTN.COM)

Terkini.id, Beijing – Hari ini, Pemerintah China resmi mengumumkan jumlah korban tewas akibat COVID 19 mencapai 3.000 orang. Hal ini menjadi pengingat yang jelas akan besarnya dampak ekonomi dan gangguan internasional meluas akibat merebaknya wabah COVID 19.

Hingga saat itu tercatat 3.012 kematian dan 80.409 kasus yang dikonfirmasikan secara global dan menempatkan China tetap menjadi yang paling parah secara terkena dampak merebaknya COVID 19.

Makin meluasnya wabah COVID 19 menyebabkan Presiden China Xi Jinping membatalkan rencana kunjungan kenegaraan ke Jepang.

Walaupun penyebaran COVID 19 sekarang melambat di China, namun penyebaran COVID 19 di negara-negara dengan meningkat dengan cepat.

Di Korea Selatan, pengujian massal telah menghasilkan hampir 6.000 kasus, dengan jumlah kematian mendekati 40. Italia telah mengkonfirmasi lebih dari 3.000 kasus, bersama dengan lebih dari 100 kematian.

Meningkatnya penyebaran wabah COVID 19 di luar China menyebabkan Presiden China mempercepat proses riset dan penemuan vaksin COVID 19 guna meredam penyebaran COVID 19 secara global sekaligus meredam kemungkinan mutasi COVID 19 yang diprediksi akan semakin ganas daripada COVID 19 yang pertama kali muncul di Wuhan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Permenhub 18/2020 Terbit, Pemda Diharapkan Tak Batasi Lagi Ojol Angkut Penumpang Saat PSBB

Atasi Dampak Ekonomi Akibat COVID 19, Pemerintah Pusat Resmi Luncurkan Kartu Prakerja

Permenhub 18 Tahun 2020 Terbit, Pemprov DKI Jakarta Harus Kaji Ulang Aturan Pembatasan OJOL dalam PSBB

Respon Aspirasi Masyarakat, Kementerian Perhubungan Ijinkan Sepeda Motor Dan Ojol Angkut Penumpang

Perang Lawan COVID 19, 19 Ribu Orang Telah Jalani Tes COVID 19 di Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar